BATANGHARI- Budaya saling memaafkan dalam perayaan Idul Fitri
lebih populer disebut halal-bihalal. Halal bi halal sudah menjadi tradisi di
negara-negara yang memiliki penduduk mayoritas umat muslim.
Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap
persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang. Dalam pengertian yang
lebih khusus, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran.
Lebaran adalah pesta kemenangan umat Islam yang selama
bulan Ramadhan telah berhasil melawan berbagai nafsu duniawi. Dalam konteks
sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah
selesai melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Usai Lebaran Tahun 2026 ini Badan Keuangan Daerah
kabupaten Batanghari mengadakan Halal bi Halal bersama dengan para ASN dan
Pejabat di lingkungan kerja BKAD Batanghari.
Halal bi Halal yang rutin diadakan setiap tahun
setelah perayaan Idul Fitri ini, menjadi media bagi manajemen BKAD Batanghari untuk
meningkatkan hubungan baik dengan semua ASN, moment halal bi halal juga menjadi
ajang untuk saling memaafkan.
Tesar Arlin Mengatakan mengatakan, tradisi halal bi
halal menjadi sarana untuk merajut kembali hubungan persaudaraan yang retak,
menyambung kembali tali silaturrahim yang renggang bahkan terputus, membangun
rasa saling kasih kepada sesama manusia, karena kita semua tak pernah luput
dari apa yang namanya dosa. Semoga kita yang telah usai melaksanakan ibadah di
Bulan Suci Ramadhan dan telah mohon ampun kepada Allah SWT, serta proaktif
merajut simponi kemanusian ditengah-tengah keluarga dan masyarakat,dan menjadi
golongan yang kembali kepada fitrah kesucian dan meraih kemenangan,” urainya. (
adv)

0 Comments